Rabu, 20 Mei 2015

“Pengertian Pengukuran, Penilaian (assesment), dan Evaluasi dalam Pembelajaran”



Definisi dari beberapa pakar, pengertian tentang “pengukuran, penilaian (assesment), dan evaluasi”di dalam Pembelajaran :

A.     Pengukuran
1)     Pengukuran menurut Richard H Lindeman (1967) merumuskan pengukuran sebagai “The assignment of one or a set of numbers to each of a set of persons or objects according to certain established rules.” Artinya “Pengukuran sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang atau hal atau objek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas.”
(Sumber : Zainul, Asmawi,. Nasoetion, Noehi. 1993. Penilaian Hasil Belajar. Jakarta : PAU-PPAI / UT.)
2)     Hopkins & Antes mendefinisikan “Pengukuran sebagai pemberian angka pada atribut dari objek, orang atau kejadian yang dilakukan untuk menunjukkan perbedaan dalam jumlah (Hopkins & Antes 1979:10). Pengukuran merupakan cara pengumpulan data dalam ilmu alam. Dalam pendidikan cara ini diadaptasi untuk mengumpulkan data.”
(Sumber : Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Belajar)
3)     Pengukuran (measurement) adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan alat ukurnya dan kemudian menerapkan angka menurut sistem aturan tertentu. (Kerlinger, 1996:687)
(Sumber : Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Belajar)

            Dari pendapat beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pengukuran adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan fakta kuantitatif yang disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan objek yang akan diukur. Kegiatan pengukuran dilakukan dengan membandingkan hasil belajar dengan suatu ukuran tertentu, dilakukan dengan proses sistematis, hasil pengukuran berupa besaran kuantitatif (sistem angka), serta pengukuran menggunakan alat ukur yang baku. Dengan pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu berarti kita juga memberikan nilai dalam suatu proses menentukan suatu objek berdasarkan kriteria tertertu seperti baik, sedang, jelek. Begitu pula seperti penilaian kepada peserta didik. Untuk mengukur hasil belajar peserta didik digunakan instrumen penilaian hasil belajar, penilaian hasil belajar dapat berupa teknik tes maupun non tes.

B.     Penilaian (Assesment)
1)     Menurut Linn & Gronlund (1995) mengungkapkan bahwa penilaian adalah suatu proses dimana informasi dan pertimbangan diolah untuk membuat suatu keputusan dalam penentuan kebijaksanaan yang akan datang. Penilaian berkaitan dengan pengenaan sistem aturan yang ditetapkan untuk memutuskan nilai atau harga dari satu perangkat ukuran.
( Sumber : Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.)
2)     Menurut Print (1993) penilaian (Assesment) pada dasarnya adalah bagian dari evaluasi yang lebih luas dari sekedar pengukuran.  “ Assesment is broader in scope than measurment in that involves the interpretation an representation of measurement data.”
(Sumber : Wina, Sanjaya. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup.).
3)     Menurut Suharsimi Arikunto penilaian adalah pengambilan suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk. Penilaian bersifat kuantitatif.
(Sumber : Qurtubi, Ahmad. 2009. Pengantar Teori Evaluasi Pendidikan. Tangerang : PT. Bintang Harapan Sejahtera.)
            Kesimpulan dari beberapa pengertian menurut para ahli diatas bahwa penilaian adalah suatu kegiatan membandingkan atau menerapkan hasil pengukuran untuk memberikan nilai terhadap objek penilaian. Penilaian dalam pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami pelajaran yang telah disampaikan guru. Penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik dengan memiliki bebrapa tujuan.
C.      Evaluasi
1)     Evaluasi menurut Stake ialah usaha mendeskripsi dan memberikan judgment pada program-program. Model evaluasi ini bukan hanya menekankan pada keputusan yang dibuat sepanjang evaluasi, tetapi juga menambahkan dimensi lain yaitu deskripsi.
(Sumber : Badrujaman, Aip. 2011. Teori dan Aplikasi Evaluasi Program Bimbingan Konseling, Jakarta : PT. Indeks).
2)     Menurut Stufflebeam evaluasi adalah pendekatan yang berorientasi kepada pengambilan keputusan (a decision oriented evaluation approach structured). Definisi tersebut kemudian direvisi pada tahun 1973 bahwa evaluasi yaitu “the process of delineating, obtaining dan providing useful information for judging decision alternative (Fitz Patrick, et. Al, 2004:89). Definisi ini memberikan tekanannya pada 3 hal : Pertama, bahwa evaluasi merupakan proses sitematis yang terus menerus. Kedua, proses ini terdiri atas tiga langkah, yaitu : (1) menyatakan pertanyaan yang menuntut jawaban dan informasi yang spesifik untuk digali (2) membangun data yang relevan (3) menyediakan informasi akhir (kesimpulan) yang menjadi bahan pertimbangan mengambil keputusan. Ketiga, evaluasi memberikan dukungan pada proses mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif pilihan dan melakukan tindaklanjut atas keputusan tersebut.
(Sumber : Panggabean, Yusri, dkk. 2006. Strategi, Model, dan Evaluasi Pembelajaran Kurikulum 2006. Bandung : Bina Media Informasi).
3)     Ralph Tyler (1950) seorang ahli ini mendefinisikan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum dan apa sebabnya.
(Sumber : Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.)
            Jadi pada dasarnya evaluasi merujuk pada satu hal, yakni evaluasi diperlukan untuk menentukan keberhasilan yang telah dicapai. Selain itu evaluasi juga bisa dijadikan pedoman untuk sebuah program atau kebijakan selanjutnya. Hasil evaluasi atau penilaian yang telah didapat diharapkan mampu memberi informasi tentang sejauh mana pencapaian yang telah didapat. Hal tersebut sesuai dengan tujuan evaluasi yakni mengumpulkan data untuk mengetahui perkembangan dari sebuah proses yang telah dilaksanakan. Dengan evaluasi, faktor penyebab keberhasilan atau kegagalan dalam sebuah usaha juga bisa diketahui dengan jelas. Sehingga bisa dicari cara untuk memecahkan masalahnya.

Tugas ini disusun untuk memenuhi :
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD
Dosen : Dirgantara Wicaksono, M.Pd