Selasa, 26 Mei 2015

PBSI : MENDESAIN PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN





 MENDESAIN PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN
(Menjelaskan Isi Teks 100-150 Kata Melalui Membaca Intensif)


A.    Pembelajaran Membaca Permulaan
      Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tertulis, yang bersifat reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca, seseorang akan dapat memperoleh informasi, memperoleh ilmu dan pengetahuan serta pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui bacaan itu akan memungkinkan orang tersebut mampu mempertinggi daya pikirnya, mempertajam pandangan dan memperluas wawasannya. Dengan demikian maka kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh siapapun yang ingin maju dan meningkatkan diri. Oleh sebab itu, pembelajaran membaca di sekolah mempunyai peranan penting.
      Pembelajaran membaca memang benar-benar mempunyai peranan penting; sebab selain manfaat seperti yang telah disebutkan di atas, melalui pembelajaran membaca, guru dapat berbuat banyak dalam proses pengindonesiaan anak-anak Indonesia. Dalam pembelajaran membaca, guru dapat memilih wacana-wacana yang memudahkan penanaman nilai-nilai keindonesiaan pada anak didik; misalnya wacana yang berkaitan dengan tokoh nasional, kepahlawanan, kenusantaraan, dan kepariwisataan. Selain itu, melalui pembelajaran membaca, guru dapat mengembangkan nilai-nilai moral, kemampuan bernalar dan kreativitas anak didik (Akhadiah, 1992:29). Pembelajaran membaca di kelas I, kelas II dan III merupakan pembelajaran membaca tahap awal, dan merupakan dasar pembelajaran membaca di kelas berikutnya.
1.      Pentingnya Membaca Permulaan
            Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya maka kemampuan membaca permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru, sebab jika dasar itu tidak kuat, pada tahap membaca lanjut siswa akan mengalami kesulitan untuk dapat memiliki kemampuan membaca yang memadai. Padahal, seperti telah diuraikan pada awal bab ini, kemampuan membaca sangat diperlukan oleh setiap orang yang ingin memperluas pengetahuan dan pengalaman, mempertajam penalaran, untuk mencapai kemajuan dan peningkatan diri. Oleh sebab itu, bagaimana pun guru kelas I, kelas II dan III haruslah berusaha sungguh-sungguh agar ia dapat memberikan dasar kemampuan membaca yang memadai kepada anak didik. Hal itu akan dapat terwujud melalui pelaksanaan pembelajaran yang baik. Untuk dapat melaksanakan pembelajaran secara baik, perlu ada perencanaan; baik mengenai materi, metode, maupun pengembangannya.
2.      Tujuan Membaca Permulaan
            Pembelajaran membaca permulaan diberikan di kelas III. Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami suatu bacaan, menjawab dan membuat pertanyaan tentang bacaan, menemukan pokok pikiran suatu bacaan dan siswa dapat meringkas suatu bacaan dengan mengutamakan kejelasan informasi. Pembelajaran membaca permulaan merupakan tingkatan proses pembelajaran membaca untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi visual bahasa. Tingkatan ini sering disebut dengan tingkatan belajar membaca (learning to read). Membaca lanjut merupakan tingkatan proses penguasaan membaca untuk memperoleh isi pesan yang terkandung dalam tulisan. Tingkatan ini sering disebut sebagai membaca untuk belajar (reading to learn).  Kedua tingkatan tersebut bersifat kontinum, artinya pada tingkatan membaca permulaan yang fokus kegiatannya penguasaan sistem tulisan, telah dimulai pula pembelajaran membaca lanjut dengan pemahaman walaupun terbatas. Demikian juga pada membaca lanjut menekankan pada pemahaman isi bacaan, masih perlu perbaikan dan penyempurnaan penguasaan teknik membaca permulaan.
B.     Membaca Intensif
1.      Pengertian Membaca Intensif
            Membaca intensif merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk membaca secara cermat untuk memahami suatu teks secara cepat dan akurat. Kemampuan membaca intensif adalah kemampuan memahami detail secara akurat, lengkap dan kritis terhadap fakta, konsep, gagasan, pendapat, pengalaman, pesan dan perasaan yang ada pada wacana tulis. Dalam membaca, para pembaca hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada dan bertujuan untuk menumbuhkan serta mengasah kemampuan membaca secara kritis. Kegiatan membaca seperti ini biasanya dilakukan bila pembaca mempunyai maksud meneliti, memahami, menganalisis, atau memberikan kritikan dan kesimpulan terhadap isi teks tersebut. Dalam membaca intensif yang diutamakan bukanlah hakikat keterampilan -keterampilan yang tampak atau hal-hal yang menarik perhatian, melainkan hasil-hasilnya; dalam hal ini suatu pengertian, suatu pemahaman yang mendalam serta terperinci terhadap teks yang dibaca.
            Kemampuan membaca intensif adalah kemampuan memahami detail secara akurat, lengkap, dan kritis terhadap fakta, konsep, gagasan, pendapat, pengalaman, pesan, dan perasaan yang ada pada wacana tulis. Membaca intensif sering diidentikkan dengan teknik membaca untuk belajar. Dengan keterampilan membaca intensif pembaca dapat memahami baik pada tingkatan lateral, interpretatif, kritis, dan evaluatif. Aspek kognitif yang dikembangkan dengan berbagai teknik membaca intensif tersebut adalah kemampuan membaca secara komprehensif.
            Membaca komprehensif merupakan proses memahami paparan dalam bacaan dan menghubungkan gambaran makna dalam bacaan dengan skema pembaca guna memahami informasi dalam bacaan secara menyeluruh. Kemampuan membaca intensif mencakup:
a)      Pemahaman inferensial artinya kegiatan membaca yang dilakukan dengan tujuan untuk  mengambil kesimpulan dalam sebuah bacaan.
b)      Pemahaman kritis artinya kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, mendalam, evaluatif dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan.
c)      Pemahaman kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menangkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi juga mampu secra kreatif menerapkan hasil membaca untuk kehidupan sehari-hari.
2.      Tujuan Membaca Intensif
            Tujuan membaca intensif adalah untuk mengembangkan keterampilan membaca secara detail dengan menekankan pada pemahaman kata, kalimat, pengembangan kosakata dan juga pemahaman keseluruhan isi wacana.
3.      Karakteristik Membaca Intensif
Karakteristik membaca intensif mencakup:
a)      Membaca untuk mencapai tingkat pemahaman yang tinggi dan dapat mengingat dalam waktu yang lama.
b)      Membaca secara detail untuk mendapatkan pemahaman dari seluruh bagian teks.
c)      Cara membaca sebagai dasar untuk belajar memahami secara baik dan mengingat lebih lama.
d)     Membaca intensif bukan menggunakan cara membaca tunggal (menggunakan berbagai variasi teknik membaca seperti scanning, skimming, membaca komprehensif, dan teknik lain).
e)      Tujuan membaca intensif adalah pengembangan keterampilan membaca secara detail dengan menekankan pada pemahaman kata, kalimat, pengembangan kosakata, dan juga pemahaman keseluruhan isi wacana.
f)       Kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa membaca kalimat-kalimat dalam teks secara cermat dan penuh konsentrasi. Kecermatan tersebut juga dalam upaya menemukan kesalahan struktur, penggunaan kosakata, dan penggunaan ejaan/tanda baca.
g)      Kegiatan dalam membaca intensif melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
C.    Menjelaskan Isi Teks 100-150 Kata Melalui Membaca Intensif
      Isi materi dalam makalah ini disesuaikan dengan Kompetensi Dasar 3.2 menjelaskan isi teks 100-150 kata melalui membaca intensif, yang diberikan kepada siswa kelas 3 semester 1 dengan Tema : Pahlawan.
      Contoh materi yang akan di berikan adalah seperti bacaan di bawah ini :
Membaca Teks Secara Intensif (100-150 kata)
            Membaca intensif adalah membaca sungguh-sungguh untuk mengetahui isi bacaan. Membaca intensif tidak diucapkan dengan keras. Kamu cukup membacanya di dalam hati. Membaca intensif harus dilakukan dengan tepat.
Bacalah bacaan berikut :
     Membaca intensif dilakukan untuk mengetahui isi bacaan. Membaca dengan cara ini dilakukan dengan cepat secara sekilas. Tanda seseorang membaca intensif adalah dapat menjawab pertanyaan secara jelas.
     Untuk itu pengalaman belajar peserta didik setelah mempelajari tentang materi membaca intensif ini adalah :
1.      Peserta didik bisa mencari dan menemukan teks bacaan.
2.      Membaca teks bacaan secara intensif.
3.      Bertanya jawab tentang isi bacaan.
4.      Menemukan pokok pikiran suatu bacaan.
5.      Meringkas suatu bacaan dengan mengutamakan kejelasan informasi.

Sumber :

Fasya, Mahmud, dkk. 2009. Bahasa Indonesia Untuk SD dan MI Kelas 3. Buku Sekolah Elektronik (BSE). 
Nurhayati, Yeti. 2009. Aku Bisa Bahasa Indonesia Untuk SD/MI Kelas 3. Buku Sekolah Elektronik (BSE). 
 Viktor Risman Zega: MEMBACA INTENSIF. http://membacaintensifvr.blogspot.com/2013/12/membaca-intensif.html. 10 Juni 2014, 13.00 WIB. 

  
Tugas ini disusun untuk memenuhi :
Mata Kuliah : Pembelajaran PKN di SD 
Dosen : Dirgantara Wicaksono, M.Pd