Sabtu, 13 Juni 2015

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif BAB I "Pengaruh Jajanan Di Lingkungan Sekolah Terhadap Kesehatan Siswa"




PENGARUH MAKANAN JAJANAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KESEHATAN SISWA
Proposal Ini Ditulis Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penilaian Pendidikan

Disusun oleh :
Lina Nurlina
2013820080

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Jajanan merupakan kata yang sering di dengar, bisa diartikan jajanan adalah beragam jenis makanan ringan atau minuman yang dapat dibeli di warung-warung, toko-toko, pasar atau pun supermarket yang bukan untuk dijual kembali. Baik orang dewasa maupun anak-anak jajanan ini banyak diminati, mereka mengkonsumsi jajanan ini tanpa mengetahui kandungan gizi didalamnya, padahal tidak semua jajanan menyehatkan dan belum tentu bergizi, masih banyak jajanan yang tidak baik untuk dikonsumsi.
Makanan jajanan dapat didefinisikan yaitu; “sebagai makanan siap makan atau dipersiapkan untuk dikonsumsi langsung dilokasi jualan, jalanan atau tempat umum seperti area pemukiman pusat perbelanjaan, terminal, pasar, sekolah atau dijajakan dengan cara berkeliling (Nuryanto,2008: 83).”
Menurut Sediaoetama (2010) “Pendapat masyarakat mengenai konsep kesehatan dan gizi sangat berpengaruh terhadap pemilihan bahan makanan. Salah satu pengaruh yang sangat dominan terhadap pola konsumsi adalah pantangan atau tabu. Makanan juga memiliki nilai sosial tertentu. Ada makanan yang dianggap memiliki nilai sosial tinggi dan ada juga yang dianggap memiliki nilai sosial rendah.”
Bagi siswa jajanan merupakan suatu hal yang paling aktif dan tidak boleh dilewatkan setiap harinya, baik itu di lingkungan sekolah maupun di rumah. Mereka memilih selera sendiri dengan uang jajannya untuk membeli makanan apa saja yang akan mereka pilih tanpa mengetahui kandungan gizi dari jajanan tersebut. Siswa  pada umumnya dalam sehari menghabiskan sepertiganya waktu untuk  disekolah. Dari sini anak mendapatkan peluang yang lebih banyak untuk memperoleh makanan dan akan memboroskan uang jajan mereka, apalagi siswa sangat malas jika harus membawa bekal dari rumahnya.
Keunggulan makanan jajanan adalah murah dan mudah didapat, serta cita rasanya yang enak dan cocok dengan selera kebanyakan siswa. Namun, makanan jajanan juga diduga beresiko terhadap kesehatan. Dampak buruk dari jajanan yang sembarangan akan mempengaruhi fungsi otak termasuk gangguan perilaku terutama bagi anak sekolah. Gangguan perilaku tersebut meliputi gangguan tidur, gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan bicara, hiperaktif hingga memperberat gejala pada penderita autis. Gejala-gejala yang sudah sangat umum bisa terjadi seperti pusing, mual, muntah, dan sakit perut.
Adanya pengolahan makanan yang tidak sesuai dengan batas takaran yang diharuskan, tidak higienis, bahkan adanya pengawet berupa zat-zat kimia. Sulit untuk dihindari terutama bagi anak sekolah yang tidak suka sarapan pagi, maka makanan jajanan adalah sebagai penggantinya karena memang ringan dan tidak perlu repot dibanding harus membawa bekal dari rumah. Sulitnya membedakan antara makanan bergizi, aman serta layak konsumsi, sehingga masih banyak sebenarnya sekolah yang masih belum memiliki kantin, apalagi kantin yang belum memenuhi syarat kesehatan.
Masih ada orang tua yang tidak memperdulikan anaknya untuk sarapan, meskipun banyak orang tua yang mengharuskan anaknya untuk sarapan pagi agar anak memiliki asupan gizi dan tenaga untuk memulai aktivitasnya disekolah, namun anak terkadang menolak dan enggan untuk melakukannya dan lebih memilih untuk jajan saja disekolahnya. Hal itu menjadi suatu pemborosan dan menjadi kebiasaan buruk bagi anak tersebut.
Makanan jajanan Anak Sekolah merupakan contoh dimana sekolah memiliki peran penting dalam pencapaian kesehatan masyarakat, terutama kesehatan siswa sekolah. Kemampuan hidup sehat peserta didik dan lingkungan pendidikan yang sehat, perlu diwujudkan dan menjadi tujuan penyelenggaraan sekolah. Dalam konteks lingkungan pendidikan yang sehat, maka makanan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi menjadi suatu keharusan (Buletin Infarkes Edisi VI, 2014: 09).
Sekolah Dasar Negeri Pamulang Tengah merupakan sekolah yang sebagian besar muridnya berasal dari berbagai kalangan dan lokasi sekolah ini terletak di tempat yang ramai dimana tempat-tempat jajanan serta toko-toko dan warung lainnya mudah dikunjungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jajanan di lingkungan sekolah terhadap kesehatan siswa kelas 1 (satu) di SDN Pamulang Tengah.

B.   Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dianalisis, identifikasi masalahnya meliputi :
1.    Jajanan dapat berpengaruh terhadap kesehatan siswa.
2.    Pentingnya peranan kantin sekolah dalam penyediaan jajanan yang sehat dan aman bagi siswa.
3.    Banyak siswa yang lebih mengutamakan jajan daripada harus membawa bekal dari rumah.

C.   Pembatasan Masalah
Berdasarkan indentifikasi masalah yang diperoleh oleh penulis, adapun batasan dalam penelitian ini lebih menitiberatkan pada pengaruh jajanan di lingkungan sekolah terhadap kesehatan siswa, selanjutnya penelitian ini hanya akan dibatasi pada siswa kelas I SDN Pamulang Tengah.

D.   Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan dan identifikasi masalah yang telah ditentukan oleh penulis maka rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi:
1.    Apakah ada pengaruh jajanan di lingkungan sekolah terhadap kesehatan siswa kelas 1 (satu) di SDN Pamulang Tengah ?
2.    Bagaiamanakah peranan kantin sekolah dalam penyediaan jajanan yang sehat dan aman bagi siswa ?

E.   Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yang ada yakni:
1.    Untuk mengetahui apakah ada pengaruh jajanan di lingkungan sekolah terhadap kesehatan siswa kelas 1 di SDN Pamulang Tengah.
2.    Untuk mengetahui bagaimana peranan kantin sekolah dalam penyediaan jajanan yang sehat dan aman bagi siswa.


F.    Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:
1.    Bagi Siswa, memberi informasi mengenai pengaruh  jajanan di kantin sekolah agar lebih berhati-hati dalam memilihnya.
2.    Bagi Guru, sebagai masukan dalam memberikan pengertian dan pengetahuan kepada anak-anak mengenai dampak negatif tentang pengaruh jajanan.
3.    Bagi Orang Tua, sebagai  masukan agar lebih memperhatikan anaknya dalam pentingnya sarapan sebelum beraktivitas.
4.    Bagi Peneliti, sebagai menambah wawasan dan pengetahuan serta memberiksn pengalaman langsung dalam melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah.
5.    Bagi Peneliti Lain, sebagai tambahan informasi  dalam melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh jajanan di lingkungan sekolah.

DAFTAR PUSTAKA
Majalah Kompas. 2014. Bulletin Infarkes Edisi VI Desember. Jakarta:  Kompas.
Nuryanto. 2008. Bahaya makanan jajanan. Dalam: Bunga rampai topik gizi. Edisi 1. Semarang: UNDIP.
Sediaoetama. 2010. Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat.


mata kuliah : Pembelajaran PKn di SD
Dosen : Dirgantara Wicaksono, M.Pd